Jumat, 23 Maret 2012

Benar atau Salah?


Semua manusia pasti melakukan kesalahan. entah kesalahan itu hanya berdampak pada dirinya saja atau bahkan berdampak kepada orang lain. ketika kesalahan itu hanya berdampak pada dirinya sendiri maka tidaklah sulit untuk menyelesaikannya. dengan menyesalinya dan bertaubat kepada Allah -ta'ala-.

Akan tetapi jika kesalahan itu berdampak kepada orang lain, maka inilah kesulitan yang harus dihadapi. selain menyesali dan bertaubat kepada Allah, juga harus meminta maaf kepada orang yang bersangkutan. kewajiban orang yang salah kepada orang lain hanyalah meminta maaf, entah itu akan dimaafkan oleh yang bersangkutan atau tidak, bukanlah kewajiban orang yang melakukan kesalahan untuk memastikannya.

Jika memastikan bahwa orang yang disalahi telah memaafkan itu menjadi kewajiban orang yang berbuat salah, maka ini termasuk membebankan sesuatu yang tidak mungkin disanggupi. karena memberi maaf atau tidak adalah hak pribadi setiap individu. dan Islam hanya menganjurkan untuk memaafkan. Allah berfirman :

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya : "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu (untuk dunia dan akheratmu). Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS At-Taghabun : 16)

- Saling Menyalahkan ? Haruskah Seperti itu ?

Sifat manusia ketika orang lain salah, dia akan menyalahkan orang tersebut. akan tetapi jika dia yang berbuat salah, dia akan diam saja atau membela diri seakan-akan tidak melakukan kesalahan. saling melempar kesalahan atau bahkan menuduh orang lain yang melakukan kesalahan entah itu ada bukti atau tidak sangatlah tidak baik untuk dilakukan, terlebih lagi jika dilakukan didepan umum.

Perlu bersama-sama kita sadari, bahwa ketika kita mengambil keputusan untuk menyalahkan orang lain dapat menimbulkan sesuatu yang lebih buruk maka keputusan yang kita ambil tersebut adalah salah. cobalah dengan cara yang lebih baik lagi, agar orang lain dapat menerima.

Sudah sepantasnya kita semua menyadari bahwa menilai diri sendiri harus diutamakan sebelum menilai orang lain agar tidak cepat mengambil keputusan untuk saling menyalahkan. dan bagi kita yang melakukan kesalahan, renungkanlah sabda Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- berikut :

كل ابن آدم خطاء وخير الخطائين التوابون

Artinya : "Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat." (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ad-Darimy dengan sanad yang hasan)

Wahai ukhti, untuk apa berjilbab?



Sesuatu yang tersampul atau terbungkus rapi memang memberi nilai plus dalam pandangan setiap orang itu terbukti ketika mereka hendak memberikan hadiah kepada orang yang dicinta pasti mereka akan membungkus hadiah itu dengan rapi agar telihat indah dan menarik, begitu juga dengan orang yg hendak mebeli buku atau barang lainnya tentu ia akan memilih buku yang masi terbungkus atau barang yg masih tersegel rapi dan ia enggan memilih sampel yang dipajang oleh si pemilik karena tentunya sampel itu sudah dipegang-pegang dan di otak atik oleh sekian orang yang hendak membeli barang tsb.

Maka begitulah Allah dalam menghargai wanita, Allah perintahkan mereka untuk menutup aurat agar mereka terlihat rapi dan sopan serta tidak menjadi sumber fitnah bagi kaum laki-laki seperti wanita-wanita yang mengobral auratnya. Maka tidakkah kalian mau wahai ukhti Allah perlakukan sperti itu…karena sungguh hati orang2 yg beriman akan selalu condong pada mereka yang senantiasa menutup auratnya untuk mereka jadikan pasangan hidupnya, sedangkan orang2 yang hatinya rusak mereka akan mencari sebaliknya bukan untuk mereka nikahi tapi untuk mereka coba layaknya mencoba dan mengotak-atik sampel barang di sebuah toko jika sudah merasa tak cocok maka barang itupun akan ditinggalnya.


Allah berfirman : “ dan tidaklah patut bagi laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman apabila Allah dan Rosulnya telah menetapkan sebuah ketetapan akan ada bagi mereka pilihan ( yang lain) tentang urusan mereka dan barang siapa yang mendurhakai Allah maka ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata…”. ( QS Al Ahzab : 36)


niatkanlah  semata-mata karena Allah bukan karena yang lainnya…dan disini ada beberapa alasan yang kadang mendasari seorang muslimah untuk memakai jilbab (kerudung)

- karena mode ;
Memakai jilbab yang “gaul” sudah menjadi tren saat ini sehingga banyak dari kaum hawa yang tertarik memakai jilbab model seperti ini dan jika ditanya mengapa memakai jilbab (kerudung) ? loh inikan gaul, ini tren saat ini…jawabnya !.

- Ikut-ikutan artis ;

Alhamdulillah sudah ada beberapa artis yang mulai memakai jilbab walaupun itu sebatas jilbab yang “gaul” kata orang , tp sangat disayangkan banyak dari kaum muslimah yang memakai kerudung hanya sekedar ikut-ikutan artis dan bukan karena Allah, mungkin karena dia nge-fans dengan artis itu atau hanya ingin terlihat cantik dengan memakai jilbab seperti para artis.

- Karena sekolah mewajibkan berjilbab ;
memakai jilbab di sekolah sangatlah bagus namun yang menyedihkan ketika liburan tiba atau jam sekolah sudah berakhir tak sedikit dari para siswi yang melepas jilbabnya dan setelah diselidiki ternyata mereka memakai jilbab karena sekolah mewajibkan untuk seperti itu, walaupun tidak sedikit dari mereka yang ikhlas karena Allah. pesantren dan madrasah-madrasah aliah adalah contoh dari sekolah-sekolah yang mewajibkan jilbab.

- Karena pacar ; 

Karena pacar bisa dikatakan beragama maka sang wanitapun harus menyesuaikan sehingga yang tadinya tidak berjilbab kini dengan rajinnya memakai jilbab, namun ketika putus dengan sang kekasih iapun kembali ke “tabi’at” asalnya (tidak berjilbab). Ini adalah kenyataan yang pahit yang kerap kita temui di masyarakat kita saat ini.

- Karena tuntutan pekerjaan ; 

Seperti bekerja di bank-bank syari’ah misalnya, syukur Alhamdulillah klo bisa konsisten.

- Karena suami ; 

Suami memerintah istrinya untuk mengenakan jilbab mau tidak mau sang istri harus patuh terhadap perintah suami walaupun sedikit terpaksa.

Itulah beberapa alasan yang kadang mendasari seorang wanita untuk memakai jilbab dan sebaik-baiknya mereka adalah orang yang ikhlas dalam memakainya karena Allah, para Ulama menyebutkan 2 (dua) syarat diterimanya amalan seorang hamba yang semuanya tersimpulkan atau terambil dari 2 kalimat syahadat yang berbunyi “ Asyhadu Alla Ilaaha Illallaah, Muhammadan Rosulullaah” yaitu ; Ikhlas, yang terambil dari syahadat yang pertama yaitu syahadat kapada Allah, Rosulullah Shollallahu Alaihi Wasallam juga bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab :

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لكل اِمْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya : "Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya. dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkan." (HR Muslim dan Abu Daud)


kemudian yang kedua ; sesuai dengan ajaran Rosul bukan mengada-ada dalam permasalahan agama seperti apa yang dilakukan oleh para Ahlu bid’ah, syarat yang ke dua ini terambil dari syahadat yang ke dua yaitu syahadat kepada Nabi, Rosulullah juga bersabda : “ barangsiapa yang mengerjakan sebuah amalan yang tidak berdasarkan ajaran kami maka amalannya tertolak


.Semoga Allah senantiasa menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa ikhlas dalam melaksanakan semua perintahNya dan menjadikan kita senantiasa istiqomah dalam ajaran NabiNya….

Selasa, 20 Maret 2012

Empat Remaja Inggris Menemukan ‘Kehidupan’ Dalam Islam

Kisah Empat Remaja Inggris Menemukan ‘Kehidupan’ Dalam Islam

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON–Hasil survei terbaru dari Faith Matters menyatakan penyebaran Islam di Inggris lebih cepat ketimbang di negara Eropa lainnya. 
Per tahun, diperkirakan ada sekitar 5.000 mualaf baru di Inggris, sementara di Jerman dan Prancis jumlah mualaf per tahunnya sekitar 4.000 orang.
Peneliti dari Faith Matters menyurvei tiap masjid yang ada di London. Hasilnya, untuk Kota London saja, selama 2010 ada 1.400 mualaf baru. Ini belum termasuk data dari kota-kota di seluruh Inggris Raya.

Simak pernyataan Hana Tajima (23 tahun) yang bekerja sebagai perancang busana. “Awalnya aku memiliki beberapa teman Muslim saat kuliah. Saat itu aneh saja. Mereka jarang keluar malam, ke klub atau nongkrong,” katanya.
“Dan ketika aku mengambil mata kuliah filsafat, aku mulai bingung dengan makna hidupku. Padahal saat itu aku cukup terkenal di kampus. Aku sudah merasa cukup. Tapi aku bertanya, betulkah ini kehidupan yang aku inginkan?” kata Tajima, panjang lebar.

“Lalu aku membaca literatur tentang Islam dan perempuan. Anehnya, ternyata mereka sangat relevan. Semakin banyak aku membaca, semakin yakin aku terhadap Islam,” katanya.
Lain lagi dengan pengalaman Denise Horsley (26) yang bekerja sebagai guru menari. Ia kenal Islam lewat pacarnya. “Saat itu banyak orang bertanya apakah aku menjadi mualaf karena pacaran? Aku jawab tidak! Aku menemukan Islam. Aku tumbuh sebagai penganut Kristen,” katanya.

Horsley kini mengenakan jilbab. Ia mengatakan, jilbab adalah konsep penting dalam Islam. “Kerudung ini bukan sekedar pakaian atau tren. Mengenakan jilbab justru menyatakan kejujuran atas diri sendiri dan apa yang akan kau lakukan,” katanya.
“Sebenarnya sih, aku masih orang yang sama dengan yang sebelumnya. Cuma aku tidak minum-minuman keras, makan babi, dan sekarang aku shalat lima kali sehari,” katanya.
Pengalaman Dawud Beale (23) lebih unik. Sebelumnya, ia adalah pemuda rasis yang menyepelekan Islam. “Lalu aku berlibur ke Maroko. Di situ pertama kali aku berkenalan dengan Islam. Aku akui sebelumnya aku penganut rasis. Tapi sepekan usai pulang dari Maroko, aku memutuskan memeluk Islam,” katanya.
Beale bermukim di Somerset. Ketika ia baru-baru menjadi mualaf, sangat sukar menemukan masjid di Somerset, yang memang tidak ada. Ia lalu bertemu dengan rekan-rekan dari Hizb-ut Tahrir, gerakan politik Islam. “Ternyata banyak yang media barat katakan tentang Islam salah,” katanya.

“Aku yakin sudah menemukan jalan hidup yang tepat dalam Islam,” katanya lagi.
Sementara Paul Martin (27) mengatakan ia menikmati gaya hidup sebagai muslim. “Awalnya aku berkenalan dengan Islam setelah mengamati gaya hidup teman-teman Muslim. Mereka tampak menikmati betul hidup, tidak merusak tubuhnya. Setelah itu, aku mendalami Alquran,” katanya.
Seorang teman Martin lantas mengenalkannya ke seorang tokoh Islam yang berprofesi sebagai dokter. Martin banyak berkonsultasi tentang Islam dengannya. Mereka mengobrolkan Islam di kafe. “Saya mengucapkan dua kalimat syahadat saya di kafe,” kata Martin. “Saya tahu banyak yang mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid, tapi bagi saya, Islam bukan sekedar tempat di mana kau percaya pada Allah SWT. Islam adalah tempat di hatimu,” katanya.

Kamis, 15 Maret 2012

Al-Qur'an


Bila al-qur’an bisa bicara
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu', aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

   Sekarang.. engkau telah dewasa
   Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku..
   Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah?
   Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah   pengetahuanmu..
   Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali sehingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syaitan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, didalam laci, aku engkau padamkan.

    Sekarang.. pagi-pagi sambil minum kopi,
    Engkau baca koran pagi atau nonton berita TV
   Waktu senggang.. engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
   Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat dari Allah Yang Maha Perkasa
   Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan..

Waktu engkau berangkat kerjapun
 kadang engkau lupa membaca pembuka surahku  (Basmalah)
Di perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju kestasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan stasiun radio yang senantiasa melantunkan ayatku

   Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau memulai kerja
   Di komputermupun kau putar musik favoritmu
   Jarang sekali kau putar ayat-ayatku melantun
   e-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
   engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu

benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudahb benar-benar melupakanku
bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan liga , musik atau film dan sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita muraha dan gambar sampah

   Waktupun cepat berlalu.. aku menjadi semakin kusam di lemari
   Mangumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
   Seingatku hanya awal ramadhan engkau membacaku kembali
   Itupun hanya beberapa lembar dariku
   Dengan suara l;afadz yang tidak semerdu dulu
   Engkau kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku

Apakah koran, TV, radio dapat memberimu pertolongan?
Bila engkau dikubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa malaikat suruhan-Nya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya

   Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu..
   Setiap saat berlalu.. kuranglah jatuh umurmu..
   Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu..
   Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
   Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati..
Di kuburmu nanti..
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca
yang akan membantumu dalam perjalanan di alam akhirat
Tapi akulah “Qur’an” kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

   Peganglah aku lagi.. bacalah kembali aku setiap hari
   Karna ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
   Yang berasal dari Allah Tuhan Yang Maha Mengetahui
   Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu..
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

   Sentuhilah aku kembali..
   Baca dan pelajari lagi aku..
   Setiap datangnya pai dan sore hari
   Seperti dulu.. dulu sekali
   Waktu engkau masih kecil, lugu dan polos
   Disurau kecil kampungmu yang damai
   Jangan aku engkau biaran sendiri..
   Dalam bisu dan sepi..
   Maha benar Allah, yang Maha Perkasa lagi Mahabijaksana
  

Senin, 05 Maret 2012

welcome :D

haloo, selamat datang di salimah's blog,
semoga blog ini dapat bermanfaat, untuk kamu.
tengkyu..